Banjir Menggila di Mana-mana, Satgas Citarum Harum Ungkap Rahasia Baleendah Malah Baik-baik Saja

2020-02-16 01:29:59

PIKIRAN RAKYAT - Warga Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung mulai merasakan manfaat berbagai program yang dilakukan Satgas Citarum Harum Sektor 7. Program-program tersebut sejauh ini dinilai sudah mampu mengurangi dampak banjir dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan di saat banjir menggila di beberapa daerah lain dalam beberapa hari terakhir, kawasan Baleendah malah relatif baik-baik saja. 

Ketua RW 09 Kelurahan Andir, Hadi (40) mengakui jika banjir rutin di wilayahnya memang masih terjadi musim hujan tahun ini. "Namun dengan program yang dilakukan oleh Satgas Citarum Harum, dampak banjir jauh berkurang dibanding tahun lalu," ujarnya.

Dia mengungkapkan hal itu seusai melakukan patroli sungai bersama jajaran Satgas Citarum Harum Sektor 7 di kawasan Rancamanyar dan Andir, Kamis, 2 Januari 2020. Menurut Hadi, sejauh ini banjir di wilayahnya baru terjadi sekali. Genangan banjir pun hanya terjadi sebentar sehingga warga tidak perlu berlama-lama tinggal di pengungsian.

"Dulu biasanya kalau banjir, genangan baru bisa surut setelah sepekan. Saat banjir beberapa waktu lalu, kami hanya sempat mengungsi sehari karena besoknya ternyata air sudah surut," kata Hadi.

Bahkan, kata Hadi, hujan yang turun beberapa hari terakhir sejauh ini tidak berakibat pada terjadinya banjir di kawasan Andir. Padahal di beberapa daerah lain, banjir justru terjadi dan cukup parah.

Asisten Teritorial Kepala Staf Daerah Militer (Aster Kasdam) III/Siliwangi, Kolonel Arhanud G. Hasto Respatyo mengatakan bahwa program pengerukan di beberapa sektor Citarum sudah memberikan efek positif terhadap ketinggian dan waktu genangan banjir.

"Tentunya ini perlu ditingkatkan lagi dan ini akan menjadi bahan evaluasi untuk program berikutnya," ucapnnya.

Hasto menambahkan, peningkatan tersebut perlu dilakukan sebagai antisipasi terhadap curah hujan yang masih tinggi. Ia berharap, pengerukan serupa bisa kembali dilakukan dalam waktu dekat secara masif dari hulu hingga ke hilir Sungai Citarum.

"Sejauh ini efeknya sudah bisa mengurangi ketinggian banjir yang masih terjadi, karena kapasitas tampung air di aliran sungai lebih besar. Dengan curah hujan yang masih tinggi, minimal langkah ini juga bisa membuat air cepat surut saat meluap ke pemukiman warga," kata Hasto.

Hal senada juga diungkapkan oleh Komandan Sektor 7 Satgas Citarum Harum, Kolonel Kavaleri Purwadi. "Alhamdulilah hari ini di saat Jakarta banjir, di sini banjir tidak terjadi," ujarnya.

Meskipun demikian, Purwadi mengakui bahwa langkah yang dilakukan selama ini memang belum bisa menghilangkan banjir seratus persen. Namun setidaknya dampak dari banjir yang masih terjadi, bisa dikurangi.

"Memang belum seratus persen bisa dihilangkan, tetapi dampaknya jauh berkurang. Biasanya di sini genangan banjir bertahan sampai sepekan, apalagi jika hujan terus menerus. Namun kemarin saat banjir, siangnya air langsung surut dan akses jalan bisa kembali dilalui kendaraan," tutur Purwadi.

Selain pengerukan, kata Purwadi, hal itu juga terjadi berkat patroli sungai yang rutin dilakukan oleh pihaknya selama ini. Biasanya, Satgas Sektor 7 melakukan patroli hingga tiga kali dalam sepekan.

Menurut Purwadi, patroli tersebut sebenarnya bertujuan utama untuk memantau pabrik-pabrik yang nakal dan masih membuang limbah ke sungai pascahujan. "Beberapa waktu lalu, kami sudah tangkap empat pabrik yang membuang limbang sehabis hujan,"  ucapnya.

Selain itu, Purwadi menegaskan bahwa patroli juga bermanfaat untuk memantau sampah yang masih terlihat di aliran sungai. "Sekarang kita lihat bersama tadi sudah berkurang," ujarnya.***

Tag:
Banjir, pijiran rakyat

Share It

"