Berhati-hatilah Dalam Membeli Daging Ayam!!! Ciri-ciri Daging Ayam Yang Tidak Higienis

2020-04-02 10:17:10

Selalu Waspada Dalam Membeli Daging Ayam!
Ciri-ciri Daging Ayam Yang Tidak Higienis.


Kita semua pasti suka dengan daging ayam. Bahkan tentunya hampir semua orang suka daging ayam. Sering kali daging ayam kita beli di warung atau pasar, akan tetapi apakah bisa kita yakin bahwa daging ayam yang dibeli itu aman dan tidak membahayakan? Dalam arti apakah daging ayam tersebut bukan daging yang berformalin atau yang disuntik?

Pasti banyak yang tidak tahu bagaimana cara membedakan ayam yang higenis dan yang tidak higienis (ayam formalin, ayam suntik, ayam tiren). Setidaknya kita patut sedikit curiga terhadap kehigienisannya, harus tahu agar bisa teliti membelinya. Karena tidak sedikit pedagang yang culas, demi meraup keuntungan yang besar terkadang mereka nekat melakukan sesuatu yang berbahaya. Kalau tak hati-hati memilih, bisa-bisa ayam yang seharusnya jadi protein penting malah berdampak buruk bagi kesehatan, akhirnya bisa berakibat fatal terhadap tubuh kita menjadi sakit dan harus menempuh jalur pengobatan/penyembuhan.

Berikut ini ciri-ciri ayam formalin, ayam suntik dan ayam tiren, simak ulasannya ya...


1. Ayam Formalin

Ayam berformalin yakni ayam yang diberi pengawet Formalin, daging ayam yang diberikan formalin melalui suntikan atau pencelupan ke dalam larutan formalin agar awetnya lama. Biasanya pedagang ayam yang culas memberikan zat pengawet bernama formalin ini agar ayamnya tahan lebih lama. Ayam yang seharusnya sudah busuk dalam 2 hari di suhu ruang, akan terlihat tetap “segar”.

Beberapa ciri-ciri ayam berformalin:
~ Jika dicubit bagian kulitnya, maka kulitnya tidak akan kembali ke semula dan kulitnya terlihat kaku.
~ Warna kulit terlihat putih pucat tapi mengilat.
~ Tidak ada satu pun lalat di sekitar ayam.
~ Tekstur ayam sangat kencang.
~ Bagian paha hingga kaki terasa kaku ketika disentuh.
~ Bila dicium maka akan tercium bau khas kimia atau obat


2. Ayam Suntik

Ayam suntik adalah ayam yang disunti dengan diberikan air melalui suntikan untuk menambah berat daging sehingga nantinya bisa dijual dengan harga yang lebih mahal. Daging ayam ini disuntikkan air atau zat-zat cair tertentu agar terlihat gemuk, berat, dan mengilap, namun setelah dimasak dagingnya akan menciut karena kadar airnya menghilang/berkurang.

Ciri-ciri ayam suntik:
~ Tidak ada lipatan antara paha dan dada karena kulit dan daging ayamnya terisi air.
~ Tekstur ayam basah, seperti habis disiram. Ketika diangkat, ayam meneteskan banyak air.
~ Terdapat genangan air (kecil atau besar) di sekitar tubuh ayam.
~ Kulit ayam terlihat mengilap tapi tidak kesat. Jika ditekan akan terasa kencang.
~ Terasa berat ketika diangkat (dalam batas tidak wajar).


3. Ayam Tiren

Ayam tiren (mati kemaren) adalah ayam yang telah mati kemarin atau ayam yang mati tidak disembelih (bangkai). Ayam ini bisa saja mati karena tidak dirawat dengan baik, mati saat distribusi pemasokan (mati diperjalanan), atau bahkan mati karena penyakit, sehingga bisa saja ayam tiren ini menularkan penyakit ke manusia.
Ayam tiren biasanya dijual dengan harga yang lebih murah.

Ciri-ciri ayam tiren:
~ Pembuluh darah berwarna merah biru akibat pembekuan darah, pembuluh darah pada pangkal sayap berwarna merah biru karena berisi darah beku dan terdapat warna kemerahan pada daging seperti memar.
~ Terdapat bercak merah atau darah di kepala dan/atau leher ayam.
~ Warna daging terlihat kebiruan, pucat, tidak segar.
~ Biasanya Sayatan atau potongan pada bagian leher tidak lebar.
~ Tercium bau amis yang terkadang cenderung agak bau busuk.


Demikianlah beberapa ciri-ciri ayam yang tidak memenuhi standar kesehatan. Semoga kita bisa lebih hati-hati dalam memilih dan mengkonsumi daging ayam.

 

 

 

 

 

Artikel ini diambil dari berbagai sumber. Sekiranya terdapat pelanggaran silahkan hubungi kami.


 

Share It

"